Sastra Untuk Semua
Aku adalah satu, aku adalah titik nadir dan aku adalah nurani bisu...
Minggu, 01 Mei 2011
Naruto Vs Film Anak “Gadungan” Indonesia
Film animasi jepang tampaknya sudah menjadi konsumsi primer hiburan anak-anak Indonesia pada zaman sekarang . Film animasi Jepang yang biasa disebut anime ini banyak sekali ragamnya dari mulai cerita sehari-hari sampai kepahlawanan. Film animasi Jepang yang beredar dengan bebas di Indonesia bukan hanya sebagai hiburan semata, tapi ada maksud-maksud tertentu yang ingin disampaikan oleh pemerintah Jepang. Salah satunya adalah pengenalan budaya tradisional Jepang melalui film animasi kepahlawanan Jepang. Naruto adalah salah satu film anime kepahlawanan Jepang. Naruto bercerita seputar kehidupan tokoh utamanya, Naruto Uzumaki, seorang ninja remaja yang berisik, hiperaktif, dan ambisius; dan petualangannya dalam mewujudkan keinginan untuk mendapatkan gelar Hokage, ninja terkuat di desanya. Cerita Naruto dingkat dari mitos sembilan monster yang paling ditakuti dai Jepang pada saat itu, monster yang terkuat adalah musang bereekor sembilan yang biasa disebut kyubi. Lalu bagaimana dengan film animasi Indonesia ? apakah masih jalan ditempat dan terhegemoni budaya-budaya luar?
Si Musang yang Membumi Merah Putih Dari Negeri Jepang
Siapa yang tidak mengenal tokoh anak kecil yang ceroboh ini. Naruto, begitu membumi dan lekat di pikiran dan hati anak-anak Indonesia. Anak-anak begitu senang ketika dibelikan oleh orang tuanya segala macam asesoris yang ada gambar tokoh-tokoh Naruto, dari mulai pakaian, alat tulis, bahkan pakaian dalampun tersedia dengan jumah yang sangat banyak. Bukan hanya anak-anak, kalangan remaja dan dewasa pun begitu menyukai film animasi ini. Mereka begitu antusias untuk mengikuti lanjutan cerita Naruto hingga sekarang.
Manga Naruto pertama kali diterbitkan di Jepang oleh Shueisha pada tahun 1999 dalam edisi ke 43 majalah Shonen Jump). Di Indonesia, manga ini diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Popularitas dan panjang seri Naruto sendiri (terutama di Jepang) menyaingi Dragon Ball karya Akira Toriyama, sedangkan serial anime Naruto, diproduksi oleh Studio Pierrot dan Aniplex, disiarkan secara perdana di Jepang oleh jaringan TV Tokyo dan juga oleh jaringan televisi satelit khusus anime, Animax, pada 3 Oktober 2002 sampai sekarang. Seri pertama terdiri atas 9 musim. Musim pertama dari seri kedua mulai ditayangkan pada tanggal 15 Februari 2007. Di Indonesia, anime Naruto saat ini ditayangkan oleh Global TV yang akan pindah ke RCTI mulai 1 Februari 2011. (Wikipedia.com)
Cerita Naruto dimulai ketika seekor monster rubah ekor sembilan bernama Kyuubi menyerang Konoha, sebuah desa shinobi yang terletak di negara Api. Kekacauan terjadi di desa Konoha dan korban banyak berjatuhan. Akhirnya ada seseorang yang berhasil menyegel kyubi itu ke tubuh Naruto,seseorang yang berhasil menyegel siluman rubah ekor itu dikenal sebagai Hokage generasi ke 4.
Tiga belas tahun kemudian, seorang anak bernama Naruto Uzumaki yang sering membuat onar di desa Konoha. Naruto melakukan hal itu karena menginginkan perhatian dari penduduk desa yang menjauhinya karena rubah di tubuhnya. Naruto kemudian di tipu oleh seorang pengkhianat untuk mencuri gulungan rahasia dari hokage 3, Naruto yang polos melakukan hal tersebut dan berhasil mencuri serta mempelajari jurus seribu bayangan. Setelah tahu bahwa dia dimanfaatkan Naruto menolak memberikan gulungan tersebut. Naruto kemudian ditolong oleh guru Iruka yang merupakan guru favorit Naruto. Dialah orang yang pertama kali megakui keberadaan Naruto. Awal pengakuan itulah yang menjadi titik balik kehidupan Naruto. Naruto kemudian berltih dan menjalankan berbagai misi yang dijalankan bersama guru-gurunya dan rekan-rekanhya untuk meraih impian Naruto yaitu menjadi Hokage (Pemimpin) di desa Konoha.
Selama sembilan tahun tanpa terasa anime Naruto sudah mendarah daging di tiap anak-anak Indonesia. Bagaimana tidak, mereka sampai hafal sekali tokoh-tokoh yang ada di dalam film anime tersebut. Bahkan bukan hanya tokoh-tokohnya saja yang mereka hafal, karakter dan jurus-jurus yang dikeluarkan pun sudah menjadi bagian dari permainan sehari-hari mereka. Anime begitu membumi dan seakan sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak Indonesia. Mereka seakan diasuh dan dibentuk karaternya oleh tokoh-tokoh yang berasal dari negeri Jepang itu.
Setelah anime Dragonbal dan Doraemaon yang sudah ‘mengasuh’ anak-anak Indonesia. Naruto pun seakan menjadi penerus pengasuh anak-anak Indonesia selanjutnya. Siapa yang bisa mengatur jadawal harian mereka, yang mengharuskan mereka patuh pada jadwal tertentu tanpa paksaan bahkan melupakan sejenak tugas-tugas yang diberikan guru-guru di sekolah hanya karena ingin menonton film Naruto. Bahkan seorang peimipin negara tidak mampu melakukan itu.
Fenomena tersebut sekan sudah menjadi bukti nyata bahwa film Naruto sudah membumi dan mendarah daging di anak-anak Indonesia. Tontonan tersebut bukan hanya menjadi tontongan sampingan atau hibura semata, tetapi sudah menjadi tontonan wajib mereka. Jika mereka tidak menonton film Naruto seakan terdapat hukum tidak tertulis di dunia anak-anak bahwa mereka harus dikucilkan karena sudah ketinggalan “zaman” jika tidak menonton film anime Naruto.
Menghadapi fenomena tersebut, muncul sebuah pertanyaan. Kemana film-film animasi Indonesia ? Bagaimana menghadapi arus hegemoni animasi Jepang yang begitu kuat, sehingga bisa mengakar dan mendarah daging di kehidupan anak-anak Indonesia ? Tampaknya fenomena-fenomena yang terjadi mengusik kegelisahan anak bangsa yang masih peduli terhadap anak-anak. Kegelisaha tersebut memunculkan karya-karya animasi dengan tujuan melawan hegemoni Jepang yang menguasai anak-anak Indonesia.
Munculnya film animasi Hebring (2007) dan Meraih Mimpi (2009) seakan berusaha memberi jawaban atas pertanyaan yang muncul di atas. Meskipun kedua film tersebut masih belum bisa menghapus hegemoni animasi Jepang, tetapi sudah ada usaha yang dilakukan anak bangsa untuk memberikan edukasi terhadap anak-anak Indonesia melalui film animasi.
Sepercik Harapan Perlawanan Merah Putih
Hebring hadir pertama kali di tahun 2007 di ajang INAICTA 2007 (Indonesia ICT Awards) yang diadakan oleh Depkominfo RI. Tahun 2011 ini adalah tahun ke-4 untuk tetap eksis di dunia hiburan digital lokal, selama 4 tahun Hebring telah ber-transformasi menjadi berbagai produkdiantaranya animasi3D dan komik online. Film animasi Hebring telah mengkuti beberapa festival internasional diantaranya screened on Savannah Film Festival, Georgia 2010, screened on Aurora Festival, Texas 2010, finalist on ASIAGRAPH, Tokyo 2009, dan finalist on Blender Foundation's Suzanne Awards, Amsterdam 2010 saat ini Hebring sedang mengikuti ajang "Create a Superhero Character for the Stan Lee Foundation" untuk membuktikan Indonesia juga memiliki kreatifitas untuk menciptakan pahlawan super.( http://Hebringanimation.blogspot.com/)
Cerita Hebring dimulai ketika terdapat tokok bernama Heru si tukang ojek untuk kesekian kalinya harus membetulkan motor tuanya yang rusak di sebuah bengkel, tidak disangka pada saat yang sama sebuah truk pengangkut sapi kehilangan kendali dari sebuah jalan layang, trus tersebut hampir jatuh menimpa kemacetan di bawah ketika tiba-tiba Heru berubah menjadi Hebring dan menangkap sapi-sapi tersebut sebelum jatuh - dengan kekuatan super dan gayangnya yang konyol, inilah awal petualangan di Hebring, ikutin selengkapnya di "Petualangan Hebring: si Jagoan Lokal Baru.
Berbeda dengan Hebring yang bertemakan kepahlawanan, film Meraih Mimpi mengangkat tema perjuangan hidup. Meraih Mimpi adalah kisah anak perempuan dan keluarganya yang mencintai binatang dan lingkungan dan tak berhenti bermimpi dan berjuang. Dana (Gita Gutawa), terpaksa mengikuti tradisi patriarkis di kampungnya dan juga dominasi penguasa tuan tanah yang membebani keluarganya dan seluruh kampung dengan pajak tanah yang keterlaluan. Padahal sebenarnya tuan tanah Pairot, berniat mengusir warga demi membangun perhotelan dan kasino. Perjalanan Dana menjadi sangat unik ketika ia sadar bahwa hanya dengan memenangkan kompetisi beasiswa untuk melanjutakan sekolahnya, ia dapat berjuang melawan ketidakadilan ini.Ditemani dengan binatang-binatang hutan dan Rai (Patton ‘Idola Cilik’) adiknya, Dana tidak hanya berhasil mendapatkan beasiswa, tetapi mereka juga menemukan rahasia tuan tanah akan identitasnya yang sebenarnya (smandakaranganyar.wordpress.com/2009/09/08/).
Film Meraih Mimpi sendiri sebenarnya merupakan adapatasi dari buku karya Minfung Ho berjudul Sing to The Dawn. Buku tersebut bercerita tentang kakak beradik yang berusaha melindungi tempat tinggal mereka dari kontraktor penipu.
IFW membuat adapatasi buku Minfung Ho tersebut atas permintaan pemerintah Singapura yang ingin buku wajib baca di beberapa SD di Singapura tersebut dibuat filmnya. Begitu mendapat tawaran, IFW langsung memulai pengerjaan film Sing to The Dawn. Perlu tahu saja dari 150 animator hampir semuanya orang Indonesia dan hanya 5 orang asing.
Pengerjaan dilakukan sepenuhnya di Batam selama tiga tahun dan memakan biaya sebesar 5 juta dollar AS. Setelah film selesai dibuat pada tahun 2008, film Sing to The Dawn mulai didistribusikan ke berbagai negara mulai dari Singapura, Korea, dan Rusia. Sing to The Dawn tidak langsung diluncurkan ke Indonesia karena IFW ingin memperkenalkan Sing to The Dawn ke penonton luar terlebih dahulu.
"Sing to The Dawn tidak langsung kami luncurkan ke Indonesia karena kami ingin meraih international recognizition terlebih dahulu. Setelah itu, kami baru meluncurkan di Indonesia agar masyarakat tahu bahwa ada studio animasi di Indonesia," jelas Wisnu Triatmojo, Jubir IFW.
Sing to The Dawn baru dilokalisasi ke dalam versi Indonesia pada tahun 2009 dengan judul Meraih Mimpi. Nia Dinata direkrut untuk membantu proses script writing dan Erwin Gutawa diminta langsung untuk mengkomposisi ulang musik yang akan mengiringi film.
Di samping itu, beberapa artis terkenal seperti Gita Gutawa, Cut Mini, dan Shanty juga terlibat sebagai pengisi suara. Meraih Mimpi akan mulai tayang di bioskop-bioskop pada tanggal 8-9 September 2009, dimulai dari jaringan bioskop XXI Indonesia.
Kedua film tersebut merupakan buah dari kegelisahan anak bangsa yang sekan tidak tahan akan derasnya arus film animasi Jepang yang terus masuk dengan bebas tanpa hambatan tak terkecuali film anime Naruto. Kedua film tersebut seakan ingin melepaskan diri dari penjara hegemoni film Jepang yang telah lama menjajah anak-anak Indonesia.
Walaupun begitu, kedua film tersebut masih dalam tahap permukaan. Artinya masih belum bisa menarik hati seluruh anak-anak Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kontinuitas dan penetrasi masuknya film animasi tersebut ke dunia anak-anak. Kurangnnya kontinuitas tersebut disebabkan karena perolehan film tersebut masih sulit dijangkau oleh anak-anak. Film Hebring misalnya, untuk mendapatkan film tersbut penonton harus mengunggah dari internet terebih dahulu, sehingga tidak semua anak-anak bisa menjangkau untuk menikmati film tersebut. Selain itu serinya juga masih sangat terbatas, berbeda dengan Naruto yang sudah terdapat banyak seri dan bisa diakses dengan mudah di TV dan di tempat penyawaan atau penjualan kaset dalam bentuk kepingan cd dan dvd.
Sama halnya dengan Hebring, film Meraih Mimpi juga mengalami hal yang sama. Masih kurang kontinuitas dan penetrasi yang kurang mendalam ke dunia anak-anak. Akibatnya film tersebut hanya menjadi “angin segar” yang lewat kemudian menghilang lagi. Tidaklah heran jika film animasi Indonesia baru melakukan perlawanan sebesar percikan api terhadap negeri matahari terbit itu. Film Naruto dan film animasi-animasi jepang lainnya masih menjadi “permen manis” favorit anak-anak Indonesia. Hal tersebut terbukti masih kurang familiarnya film-film animasi Indonesia yang terlihat dari asesoris-asesoris yang digunakan serta bahan pemmbicaraan mereka seputar dunia animasi.
Penyusup di Tengah Kesenangan
Anime Naruto adala film anaimasi yang sangat kompleks ceritanya dan susah ditebak kelanjutan serinya. Banyak misteri-misteri yang masih belum terungkap seperti misalnya siapa sebenarnya kakashi (guru Naruto), apa motif ayah Naruto (hokage keempat) memasukkan kyubi (rubah ekor sembilan) ke dalam anaknya dan dapatkah Naruto mengendalikan kyubi serta dapat meraih impiannya untuk menjadi hokage. Masih banyak lagi misteri yang belum terungkapkan di film Naruto tersebut. Hal tersebutnya yag menjadi salah satu daya tarik anak-ana untuk tetap mengikuti filmya. Walaupun serinya sangat banyak namun pembuat anime tersebut mengemas semenarik mungkin sehingga anak-anak tetap tertarik dan masih tetap setia mengikuti kelanjutan film Naruto tersebut. Terkadang tidak jarang anak-anak sampai rela tidak jajan untuk mengumpulkan uang agar bisa dapat membeli film Naruto dalam bentuk cd atau dvd hanya karena untuk memuaskan rasa penasarannya.
Di balik kemenarikan film Naruto tersebut ternyata ada maksud yang tersembunyi yang ingin disampaikan kepada anak-anak di seluruh dunia termasuk Indonesia, yaitu pengenalan budaya tradisional jepang. Layaknya kisah pewayangan di Indonesia, ternyata Jepang juga mempunya cerita-cerita legenda. Jepang mencoba mengenalkan cerita-cerita legenda tersebut ke anak-anak semenarik mungkin melalui film-film anime salah satunya adalah Naruto.
Cerita Naruto merupakan adaptasi dari makhluk-makhluk legenda dari mitologi Jepang yang bernama bijuu. Kebanyakan dari mereka bertubuh besar dan berkekuatan menakjubkan. Mereka tersebar di seluruh daerah Jepang. Kekuatan chakra/ stamina mereka diklasifikasikan melalui banyaknya jumlah ekor mereka. Seperti Shukaku si ekor satu memiliki kapasitas chakra terendah dari semua bijuu. Tidak semua bijuu bertubuh besar. Seperti Kaku, si luak berekor tujuh yang ukuran tubuhnya tidak terlalu besar. Bijuu dengan ukuran kolosal adalah Yamata no Orochi yang besarnya melebihi tujuh buah gunung. Ini dikarenakan kekuatan Kusanagi no Tsurugi yang sangat besar. Para bijuu ini hanyalah mitos yang ada di Jepang. Kabarnya roh-roh mereka disegel di 9 kuil di Jepang. Para bijuu ini juga ada mahluk yang setengah dewa maupun peliharaan dewa. Raijuu dulunya adalah dewa sebelum kekuatan kegelapan Yamata no Orochi membuatnya menjadi monster. Nekomata juga adalah peliharaan dewa kematian.
Dalam legenda dan mitologi Jepang, dikenal adanya perang sembilan dewa atau “Ancient war of nine Gods”. Perang besar ini terjadi di masa lalu yang belum bisa diperkirakan kapan dan dimana. Peperangan ini adalah peperangan antar Yokai atau siluman yang memiliki kekuatan luar biasa dan disebut sebagai makhluk-makhluk setengah dewa. Mereka saling bertarung satu sama lain. Bahkan, Hokou dan Nekomata membentuk aliansi dan mencoba mendominasi pertempuran. Akhirnya hanya tersisa dua Bijuu yang setingkat dewa yang akhirnya akan menyelesaikan peperangan panjang dan melelahkan ini. Peperangan ini berakhir setelah Yamata no Orochi dan Kyuubi no Yokou bertemu dan bertarung selama 100 tahun. Kyuubi memenangkan pertarungan ini karena dia memiliki chakra yang tidak terbatas. Partisipan peperangan ini adalah semua Bijuu yang ada dalam mitologi Jepang. Mereka semua akhirnya tersegel dalam kuil-kuil yang tersebar di seluruh Jepang. Berikut ini adalah daftar Bijuu yang mengikuti perang ini.
Selain dalam Naruto, Bijuu juga eksis dalam legenda Jepang. Makhluk-makhluk ini diceritakan memiliki ukuran tubuh yang sangat besar dan memiliki jumlah ekor yang berbeda-beda sehingga mereka dapat dibagi berdasarkan jumlah ekornya. Selain ukuran tubuhnya, mereka juga memiliki jumlah chakra dalam jumlah yang sangat besar. Umumnya mereka adalah makhluk setengah dewa dan ditakuti masyarakat, tetapi dalam Naruto beberapa di antaranya tidak memiliki inteligensia yang memadai yang diperlukan untuk menggunakan chakra miliknya.
Semua Bijuu yang disegel dalam tubuh manusia disebut Jinchuuriki (人柱力, yang berarti host atau tuan rumah) dan memberikan kekuatan besar kepadanya. Istilah Jinchuuriki sendiri hanya digunakan di dalam dunia Naruto. Bahkan dalam beberapa kasus, seorang Jinchuuriki memiliki kekuatan yang lebih besar daripada Bijuu yang ada di dalam tubuhnya. Hal ini dimungkinkan karena mereka memiliki kemampuan untuk mengontrol kekuatan Bijuu secara efektif, sementara beberapa Bijuu tidak memiliki kemampuan itu.
Para Jinchuuriki biasanya memiliki ciri-ciri fisik yang menyerupai Bijuu yang disegel dalam tubuhnya. Gaara, misalnya, memiliki kemiripan di warna rambut dan lingkar matanya yang seperti Shukaku, hitam. Yugito pula memiliki mata yang melancip seperti kucing. Dan tentu saja Naruto yang memiliki tanda seperti kumis di sekitar pipinya dan mata seperti seekor serigala/rubah. Menurut pendapat Akatsuki, mereka yang menjadi Jinchuuriki biasanya kekurangan kasih sayang dalam hidupnya, dan sejauh ini dalam cerita Naruto, pendapat mereka benar. Ketika Bijuu berekor satu (Shukaku) dan Bijuu berekor dua (Nekomata) mereka tangkap, tidak ada seorangpun yang peduli akan hal tersebut; bahkan, mereka bersyukur karena tak ada lagi Jinchuuriki, yang mereka anggap sebagai "orang berbahaya", di desa mereka. Diketahui, kematian Jinchuuriki dapat menyebabkan kematian Bijuu yang ada di dalam tubuhnya, sehingga Bijuu sekuat tenaga membantu menjaga agar Jinchuurikinya tidak tewas dengan membagi chakra mereka ketika Jinchuuriki dalam keadaan bahaya. Diketahui juga bahwa pencabutan Bijuu dari tubuh Jinchuuriki dapat mengakibatkan kematian bagi Jinchuuriki tersebut.
Semasa perang besar antar desa ninja, masing-masing desa berlomba-lomba mendapatkan Bijuu yang ada di masing-masing negara. Kekuatan chakra Bijuu yang amat besar diharapkan dapat meningkatkan kekuatan militer negara tersebut.
Dalam alur cerita yang masih berjalan hingga saat ini, Akatsuki sedang mengumpulkan kesembilan Bijuu ini. Mereka melakukan hal ini untuk mendapatkan cakra dari para bijuu. Terutama Kyuubi. Karena Kyuubi memiliki cakra tidak terbatas. Mereka menangkap Jinchuuriki dan membawa mereka ke tempat rahasia di mana Fuin jutsu (Naruto)#Sealing Technique: Illusionary Dragon Nine Consuming Seals|Fuin Justu, jutsu penyegelan Bijuu dilakukan untuk mengeluarkan Bijuu dari tubuh Jinchuurikinya. Sampai saat ini sudah tujuh Bijuu yang mereka dapatkan; Shukaku atau Ichibi, Nekomata atau Nibi, Sanbi, Yonbi, Gobi, Rokubi, Nanabi. Berarti hanya tinggal dua Bijuu lagi yang belum Akatsuki dapatkan, yaitu Kyuubi dan Ushi-oni atau Hachibi. oleh karena itu, pada Naruto manga bab 419, Akatsuki menurunkan Pein untuk menangkap Naruto di desa Konohagakure. (Wikipedia.com)
Dapat terlihat bahwa pemasukkan legenda-leganda jepang ke dalam film Naruto sudah sangat kompleks dan berdasarkab riset yang serius. Hal tersebut terbukti dengan penggambaran latar dan cerita yang beragam dan kompleks di cerita Naruto. Namun, dengan kekompleksan cerita tidak mebuat anak-anak menjadi bingung untuk mengikuti cerita tersebut karena cerita tersebut diseusaikan dengan dunia yang akrab dangan anak-anak.
Faktor pendukung anime makin digemari oleh anak-anak adalah munculnya komik-komik dan berbagai macam merchandise yang di jual secara bebas ke Indonesia. Harganya pun relatif dapat dijangkau oleh anak-anak, paling tidak anak-anak tingkat menengah ke atas.
Berdasarkan beberapa rating, demam akan pamor Komik atau Manga maupun serial anime nya belum tertandingi dan mampu mengalahkan tokoh komik Nobita, Doraemon serta detektif conan yang melejit di eranya. Buktinya penjualan manga atau komik jepang yang fenomenal kini mencapai episode ke-37 dan hanya dalam tempo dua minggu 100 ribu eksemplar ludes terjual.
PT Elex Media Komputindo (EMK) yang menerbitkan serial Naruto manga bahasa Indonesia pertama kali pada Mei 2004. Saat itu episode pertama dicetak sebanyak 10 ribu eksemplar. “Per Januari 2008 dicetak episode ke-37 dan Maret sudah masuk cetakan ketiga episode ke-37, serta start episode ke-38. Sangat fenomenal kan? Bahkan penjualan episode ke 37 sangat luar biasa, 100 ribu buku terjual hanya dalam waktu dua minggu.
Pahlawan “Gadungan” Indonesia
Jika dibandingkan dengan anime Naruto yang sudah menjadi “penjajah” film animasi di Indonesia. Pergerakan film anmasi Indonesia sudah sangat jelas masih tertinggal jauh. Kemungkinan hal tersebut disebabkan karena kurangnya dukungan yang diberikan kepada pembuat animasi di Indonesia. Hal tersebut dapat terlihat jelas di kualitas dan daya hasil film yang belum bisa menyetarakan film animasi-animasi Jepang.
Selain itu cerita-cerita animasi Indonesia terkesan masih meniru-niru dan belum memberi nilai sejarah yang kaya kepada anak-anak. Film Hebring misalnya, dari bentuk karakternya yang sedikit tambun namun berkekuatan tinggi kemungkinan pembuat tokoh itu meniru tokoh animasi dari Amerika yaitu Incredible.
Hebring Mr.Incredible
Masih belum terlihat orisinalitas yang dibangun dalam film animasi Indonesia. Selain wujud tokoh ceritanyapun juga masih belum bisa menunjukkan identitas ke Indonesiaan, sehingga mengakibatkan kurangnya pengetahuan anak-anak indonesia tentang cerita-cerita legenda yang ada di Indonesia. Kalaupun ada cerita legenda yang difilmkan tapi masih jauh dari menarik jika dibandingkan dengan film animasi Jepang.
Anka-anak lebih akrab dengan tokoh-tokoh Naruto dibandingkan tokoh-tokoh pewayangan. Mereka lebih suka duduk berjam-jam di televisi menonto Naruto ketimbang duduk berlama-lama di sekolahan. Bahkan dengan teknologi yang sudah maju anak-anak sering membawa hand phone yang menyediakan fitur pemutar video sehingga mereka dapat dengan mudah menyaksikan film animasi jepang dimanapun termasuk di sekolah ketika pelajaran berlangsung.
Selain wujud karakter tokoh yang masih meniru tokoh luar negeri. Motif peroses tokoh menjadi pahlawan dalam Hebring masih belum menunjukkan identitas bangsa. Motifnya hampir sama dengan film-film hero luar ngeri yaitu tokoh yang biasa-biasa saja bahkan cenderung ke arah tokoh yang selalu dirudung masalah dan kesialan tiba-tiba tanpan usaha yang tidak seimbang, tokoh tersebut mendapat anugrah kekuatan super yang dapat mengalahkan para penjahat.
Hebring yang artinya “Hebat” dalam bahasa Sunda. Hebring adalah seorang pemuda desa yang menemukan baju-super di luar desanya. Baju super tersebut ternyata dapat mengeluarkan potensi dan harapan Hebring yang terbesar, yaitu menolong orang lain.Dengan baju tersebut Hebring pergi ke Jakarta untuk mencari kakaknya. Di Jakarta Hebring bekerja sebagai tukang ojek. Petualangan Hebring yang seru dan konyol di kota besar semakin menarik ketika Hebring bertemu dengan seorang guru “Bang Hoky” yang suka menyamar sebagai tukang bakso dan Mimin seorang ahli komputer dengan otak jenius, yang selalu menolong Hebring. Tak lama kemudian, Hebring bertemu dengan Nada, seorang mahasiswi jurusan seni peran asal Jawa Tengah. Nada bekerja paruh waktu menjadi sinden mengiringi pertunjukan wayang kulit ayahnya. Suatu hari, ayah Nada jatuh sakit dan Nada terpaksa harus hidup sendiri. Hebring dan Mimin bersama-sama membantu Nada. Teryata Nada juga memiliki baju super pemberian mendiang ibunya. Nada, Hebring dan Mimin akhirnya menjadi rekanan dalam menumpas kejahatan di ibukota.
Motif medapatkan keuatan tokoh Hebring hampir sama dengan dengan tokoh hero Spiderman yang mendapatkan kekuatan secara tiba-tiba ketika digigit laba-laba. Kemudian berubah menjadi manusia super berkekuatan seperti laba-laba. Bedanya kalau Hebring mendapat kekuatan super dari bajunya tetapi Spiderman mendapat kekuatan super dari laba-laba yang mengiginya. Kesamaanya adalah mereka mendapat kekuatan super secara tiba-tiba tanpa usaha yang keras untuk mendapatkannya.
Berbeda degan Naruto, meskipun ada kekuatan yang sangat besar di dalam dirinya. Ia masih harus tetap berusaha keras untuk dapat menguasai kekuatan itu. Sehingga ada keseimbagan antara usaha dengan hasil yang dicapai. Terdapat nilai pendidikan di sana, bahwa untuk mendapatkan hal yang diimpikan harus melalui tahap yang panjang dan usaha yang keras sehingga mendapat hasil yang sebanding dengan usahanya. Hebring masih belum menunjukkan nilai kerja keras yang harus ditumbuhkan kepada anak-anak. Walaupun ada unsur nilai yang mengajarkan harus berbuat baik ke orang yang membutuhkan.
Selain Hebring, Film animasi Meraih Mimpi juga masih belum menunjukan keorisinalitas karya bangsa. Dari pembahasan sebelumnya dapat diketahui bahwa Film Meraih Mimpi sendiri sebenarnya merupakan adapatasi dari buku karya Minfung Ho berjudul Sing to The Dawn. Buku tersebut bercerita tentang kakak beradik yang berusaha melindungi tempat tinggal mereka dari kontraktor penipu. IFW membuat adapatasi buku Minfung Ho tersebut atas permintaan pemerintah Singapura yang ingin buku wajib baca di beberapa SD di Singapura tersebut dibuat filmnya. Begitu mendapat tawaran, IFW langsung memulai pengerjaan film Sing to The Dawn. Baru pada tahun 2009 fil Sing to The Dawn diubah judulnya menjadi maraih mimpi dan di edarkan di Indonesia pada tahun 2009. Sehingga tak heran ada istilah “gadungan” yang memberi kesan masih meniru-niru pahlawan luar negeri dan mesih belum berani menunjukkan keorisinalitas bangsa sendiri.
Kesimpulan
Munculnya film-film animasi Indonesia memang harus disambut positif oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk menunjukkan keeksistensian bangsa Indonesia di mata bangsa lain, bahwa bangsa Indonesia mampu menujukkan kemapuan di bidang animasi. Namun masih banyak kekurangan yang harus di perbaiki secara berkalanjutan. Mulai dari ide cerita, penggambaran tokoh, sampai pada nilai-nilai pendidikan yang akan diberikan kepada anak-anak Indonesia. Sehingga tontonan tersebut bukan hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai saran edukasi yang efektif dalam medidik anak-anak bangsa.
Keberadaan film animasi-animasi Jepang, salah satunya Naruto, seharusnya menjadi cambuk yang keras bagi para animator Indonesia supaya dapat bersaing dan mengalahkan hegemoni animasi jepang tanpa meninggalkan identitas jati diri bangsa yang sesungguhnya.
| Reaksi: |
Rabu, 09 Maret 2011
Pahlawan Ujung Senja
Hai pahlawan tua malang sekali nasibmu ini
Dlu kau sangat terhormat
Disanjung-sanjung oleh sagenap rakyat
Dijadikan inspirasi tiap insan
Dan diabadikan namamu di jalan-jalan
Hai pahlawan tua ada apa dengan dirimu
Ada apa dengan otak dan hatimu
Setelah segenap rakyat memperayakanmu untuk menjadi kapten di perjaanan ini
Dipercaya membawa kapal yang maha besar dan kaya ini
Kanapa dengan perlahan cahaya hatimu semakin pudar dan dirasuki asap-asap hitam
Otakmu yang dulu kau buat untuk senjata keadilan
Kita telah bebalik arah menjadi masin penyiksa masal rakyat-rakyatmu
Kau hianati janjimu
Kau ubah arah tujuan kapal besar ini
Dan kau bangun jaring laba-laba siluman di silsilah keluargamu
Perutmu semakin buncit tak karuan
Karena kau telan mentah-mentah janji-janji surgamu
Kau kencingi rakyat-rakyat yang haus keadilan
Kau penggal para pengabdi keadilan
Hai pahlawan di ujung senja
Tidakkah kau tahu
Bahwa ini saatnya kau sadar
Bahwa sang garuda telah membawa benih-benih baru
Benih-benih itu telah tumbuh dan berkembang di tengah kafanaan
Kefanaan otoritas sang buncit
Kafanaan kemerdakaan palsu
Saatnya kau tidur dipangkuan Sang Malik
Untuk selamanya...
Pujangga-21
| Reaksi: |
Heeiii...!!!
Bangun...!!!
Bangun dari mimpi hegemoni-hegemoni asing
Buka matamu...
Buka matamu bahwa bangsa kita kritis amat sangat
Krtitis dari identitas yang nyata...!!!
Heii putra-putri ibu pertiwi yang mabuk
Sadarlah...!!!
Sadarlah bahwa ibu pertiwi kemalingan amat sangat
Dijarah oleh pembius-pembius putra-putrinya
Dirampas secara halus oleh mereka yang dibantu oleh tikus-tikus buncit berkerah
Negeri ini hampir tenggelam
Tenggelam karena telah dilubangi oleh para tikus buncit berkerah
Para pembius bemulut manis telah merampas hak-hak dan kekayaan kita
Sudah saatya kalian bangun...!!!
Buka basuh mukamu dan kejarlah
Kejarlah para penjarah kekayaan ibumu
Kekayaan ibu pertiwi yang hampir koma
Saatnya sang garuda keluar dari sangkarnya dan terbang ke angkasa dari sabang sampai merauke
Kembali merajai langit biru
Pengawas para putra-putri ibu pertiwi
Biarlah sang garuda kembali mendidik putra-putri ibu pertiwi
Mendidik dengan matanya yang tajam
Dan sayapnya yang siap mengantarkan mereka ke angkasa
kemudian kembali menguasai dan merampas kembali kekayaan-kekayaan yang hilang
Menguasai dan merampas dengan kekuatan pikirannya...!!!
Heeiiii kamu...
Bangun...!!!
Bangun dari mimpi-mimpi hegemoni asing
Minggu, 26 Desember 2010
Aku bukan saya
Aku bukan saya
oleh Sanggar Lincak pada 15 Desember 2010 jam 19:57
Aku adalah sesuatau yang disucikan oleh beberapa manusia, aku adalah titah-titahNYA. Aku adalah sesuatu yang mati sekaligus menghidupkan. Aku dibuat untuk diamalkan dan dipahami. Aku adalah petunjuk di suatu perjalanan yang bernama perjalanan dunia. Tujuan akhir perjalanan ini adalah kematian. Aku bergabung untuk memandu perjalanan ini jika pemilikku percaya padaku. Penerjemahku adalah makhluk pilihanNYA. Walaupun keberdaanya hanya sekedip mata di perjalanan ini, tapi nyawanya tetap ada dan hidup di hati pengikutya sampai kapanpun. Perawakanya rupawan lahir batin dan pembaru zaman. Jejak kakinya tak tampak congkak, sehingga perajut alam pun melindunginya saat kesempitan waktu dan keterbatasan kesempatan melandanya.
Aku adalah sesuatu yang disucikan oleh beberapa manusia, tapi beberapa manusia itu membiarkan ku tergeletak berdebu di pinggiran zaman. Mereka tahu aku adalah penunjuk jalan perjalanan mereka, tapi mereka seakan lupa dan lebih bersandar pada sesuatu yang semu. Mereka meninggalkanku dengan penuh kehormatan palsu, bahkan mereka menjual titah-titahNYA demi sekelebat buih lautan. Mereka memperlakukanku sebagai raja, tetapi menghianati tujuanku dan titah-titahNYA. Mereka hanya menghampiriku jika kesulitan melanda, mereka membacaku, tapi baru dipermukaan mereka sudah merasa puas, seakan mereka sudah menguasai semuanya yang ada di dalam diriku. Aku tersakiti di pengagungan mereka terhadapku, aku terhianati di debu-debu pinggir zaman.
Aku adalah sesuatu yang disucikan oleh beberapa manusia, aku diturunkan di tengah kecarutmarutan perjalanan yang mulai tersesat. Penggemarku adalah pengikut setia titah-titahNYA. Pengemarku hafal semua titah-titahNYA, pelantun sejati di tengah kelelahan malam, penikmat syair-syair abadi, dan pembaru jalan carut-marut. Aku berada di dalam tubuh mereka, berada di aliran darah mereka, dan penuntun kaki-kaki mereka yang tabu akan kegelapan sifat. Aku selalu dibicarakan dan dibahas siang dan malam oleh mereka. Mereka merajakanku dengan penuh kehati-hatian sifat dan penuh rasa malu kepadaNYA. Tak heran penciptaku memberikan mereka kereta kencana berbalut emas dengan kecepatan cahaya untuk menempuh perjalanannya.
Aku disucikan oleh beberapa makhluk yang katanya bernama manusia, aku dijadikan barang dagangan dengan berbagaimacam nilai. Jika di kuburan aku dihargai sekitar sepuluh ribu sampai limapuluh ribu perak, jika di stasiun dan terminal aku hanya dihargai seratus sampai lima ribu perak, dan jika di tempat ibdah lengkap dengan ritualnya yang kataya pecerah kegelapan aku dihargai jutaan sampai miliaran rupiah. Aku malu, karena terkadang tubuh-tubuhku dijadikan jimat dan pajangan di dinding-dinding dan di depan pintu dan aku dipakaikan pakaiaan debu pinggiran zaman. Aku juga disejajarkan dengan buku-buku picisan dan primbon-primbon togel, aku dicampur-adukkan dengan mereka dan diblender dengan air liur mereka yang melimpah ruah jika nafsu menguasai mereka. Aku dikuasai oleh makhluk yang katanya bernama manusia.
Aku adalah sesuatau yang katanya masih disucikan oleh makhluk yang diberi label manusia. Makhluk-makhluk itu memang berlabel manusia, tapi kenyataannya adalah kirik-kirik kelaparan. Jika sudah lapar, segala cara mereka lakukan untuk memenuhi perutnya. Mereka menciptakan kerajaan dengan topeng keadilan dan kesejahteraan, padahal kerajaan kirik penuh tipu muslihat. Aku selalu menjadi saksi atas sumpah-sumpah mereka. Aku diperkosa oleh janji-janji semu dengan penuh penghormatan palsu.
Aku adalah satu, aku adalah titik nadir dan aku adalah nurani bisu...
(pujangga-21)
Jumat, 09 Juli 2010
Cerpen-cerpen
Muhamad Yasir Al Haris
Seorang peternak domba yang rambutnya semakin botak layaknya seorang professor karena frustrasi mengatur domba-dombanya yang tak bias diatur. Dari pagi hingga pagi lagi Ia selalu berfikir bagaimana supaya domba-dombanya bisa diatur dan tidakl selalu perotes akan kebijakan-kabijakan yang Ia buat untuk para domba-dombanya.
“Ayo teman-teman sore ini kita rapat buat pembahasan dan persiapan demo besok kepada peternak kita, hidup kaum domba…!!! Hidup…!!!
“Jangan biarkan kebijakan-kebijakan menghambat dan menghalangi hak asasi kita…!!!”
“Kita puya massa..!!!”
“Ayo bersatulah, kita adalah satu nasib satu perjuangan jangan biarkan para peternak kita tidur nyaman di setiap malam, sedangkan kita menderita dan besesak-sesak di sini…!!!”
Terdengar suara salah satu pemimpin para domba ternak yang berapi-api terlihat di matanya berkobar sengan 45 yang selau memperjuangkan ketidakadilan.
***
Sementara di sebuah restaurant kampus yang sangat mewah di mana terdapat banyak para professor dan petinggi kampus itu yang sedang makan menikmati hidangan yang sangat mewah serta diiringi musik jazz berkelas. Rambut mereka tidak lagi botak karena mereka hanya menikmati kesenagan, kesenagan, dan kesenangan.
“hahaha besok apa lagi usaha yang akan kita bangun di kampus ini…?”
“bangun gedung kuliah baru saja kita.”
“ahhh jangan duitnya dikit, lagipula masih cukuplah gedung kuliah, lebih abik bangaun hotel saja, yaaa buat para tamu lah, owh yah itu koperasi mahasiwa dipindah saja kita ke tempat lain, rugi kita tempat strategis seperti itu seharunya layak buat bisnis.”
“okelah, bisa diatur itu, mudah lah zaman sekarang ini mengkontrol mahasiswa.”
***
Sementara di ruangan kuliah tampak seorang dosen yang mengjar mahasiswa dengan begitu santai dan dengan dengan raut wajah bosan karena Ia merasa begutu miononton dalam mengajar
“jadi rekan mahasiwa sekalian bla…bla…bla…(penjelasan kuliah kepada mahasiwa)
“sudah mengerti…? Apakah ada pertanyaan…?
“mbeekkk…., mbeekkkk….?”
“Oh bagus kalo begitu kalau tidak ada pertanyaan, jadi kelas kita cukup sampai disini, jangan lupa tugasnya yah.”
Mbekkk….mbeekkkk,mbeekkk…!!!!
Mbeekk…mbeeekkk.”
***
“Hidup kaum domba...!!!”
“Jangan biarkan hak-hak kita terampas beguitu saja pada kebijakan peternak kita...!!!”
“Ayo kita terobos tembok penghalang darajat kita...?”
“Para domba harus keritis dan sensitif terhadap ketidakadilan yang terjadi di sekitar kita.”
Sementara para peternak dengan rambut semakin botak dan pakaiannya lusuh terus bersembunyi dan berfikir bagaimana menghadapi para domba-domba mereka.
***
“ Jadi begini ra rekan-rekan mahasiwa, dengan alasan kepentingan bisnis dengan sangat menyesal gedung kopras ini saya pindahkan ke gedung dekat hutan kampus kita, bagaimana?”
“mbeee...mbeee....mbeeekkk”
“mbeee....mbeee...mbeee...mbeee....mbeee.”
“mbeee...mbeee...?”
“oke bagus kalo begitu, owh ya nanti gedungnya nyewa ya, tidak gratis lagi.”
“mbeee....mbeee...mbeeee.”
***
“Hidup domba....!!! salam perjuangan.”
“mbeeekkk....mbeeee...!”
“Hidup mahasiswa...!”
“Hidup domba...!”
“mbeeeee....!”
“hidup...!”
“mbeekk...!”
“Hidup...mbee....!!!
“mbeekkkkk.....mbeee....!”
“Dor...dor...!”
(2030)
Mencuri Kain Sarung Superman
Seorang kakek tua renta bernama Bejo hidup seorang diri di sebuah rumah tua di pingiran kota Jakarta. Istrinya meninggal karena keselek biji salak ketika sedang tamasya bersama pada saat merayakan hari pernikahan yang ke 50. Anaknya Tole merupakan anak semata wayangnya pergi menghilang entah ke mana ketika Tole berumur 21 tahun.
“ Mau ke mana le...?”
“ Mau ke wc pak, kebelet nih...?”
Itulah kata-kata terakhir yang ia dengar dari anaknya. Setelah itu anaknya menghilang bagaikan ditelan bumi. Tentu hatinya sangat galau pada saat itu, apa lagi ditambah istrinya mengalami keguguran keesokan harinya karena terpeleset ketika sedang membantu suaminya menangkap buah mannga hasil colongaan yang dipetik oleh suaminya. Mulai saat itu ia beterkad supaya bisa terbang dan dapat menyolong buah mangga sendiri dengan kemampuan terbangnya dan tidak merepotkan istrinya lagi, namun sampai Ia berumur 70 tahun dan istrinya meninggal ia masih belum bisa mewujudkan impiannya itu.
***
Siang itu merupakan siang yang panas bagi warga kota, merupakan hal yang memberatkan bagi kakek tua yang berprofesi sebagai pemulung setelah pensiun sebagai maling buah tetangga, bukan karena trauma tetapi karena sudah bosan menyolong karena tidak pernah ketahuan mungkin karena namanya Bejo yang artinya beruntung sehingga ia selau beruntung karena tidak pernah ketahuan.
Karena panas yang menyengat Bejo meutuskan untuk mampir sejenak ke warung mpok Wati. Mpok Wati merupakan warung langganan Bejo untuk sekedar ngopi dan makan gorengan sambil menonton TV. Sejak ditinggal istrinya Bejo menjadi sering mempir ke warung mpok Wati. Mpok Wati merupakan orang yang sangat cerewet, sehingga Ia dengan cepat menyandang status janda. Bayangkan hanya dalam hitungan jam tepatnya 5 jam Ia langsung cerai dangan suaminya karena tidak tahan dengan cerewetnya, sehingga tidak heran Ia diberi gelar oleh orang-orang kampung Si Burung Nuri keselek peluit.
“Berita hari ini, pemirsa pada tanggal 21 mei 2010 pahlawan kita Superman akan berkunjung ke Jakarta karena ada misi serius yang diemban oleh superman yang harus diselesaikan di Jakarata dengan bekerja sama dengan kepolisian.”
“ La bujuubeuneng hebat bener supermen mao ke Jakarta, wah mudah-mudahan dah mampir ke warung gua, ntar gua bikinin gado-gadi spsial dah buat super men...!”
“Lah.... mpok ape lo kate, mimpi kali yak supermen mao mampir ke warung empok, ni bangku aje udah reot...!”
“Eh Mat sirik aje lo jadi orang, mending lu pikirn dah utang lu yang ydah bejibun...! ngutang aja lo digedein...!”
“cuit...cuit...cuit...guk...guk..guk...”(suara percakapan mpok Wati dan pelangganya berbicara seru sekali bagai anjing dan burung nuri)
Menyaksikan berita yang Bejo saksikan di warung mpok minah mingingatkan akan impian Bejo yang sudah lama terkubur yaitu ingin bisa terbang seperti Supermen. Sehingga muncul ide nya untuk segera mencuri jubah yang dikenakan supermen supaya dia bisa terbang seperti superman.
Berbagai rencana Bejo susun dari mulai mencari informasi dari mulut kemulut tentang dimana superman akan menginap, menonton televisi sampai mensurfing di dunia maya supaya dapat berhasil dengan mulus mencuri jubah superman, ia merasa yakin karena namanya Bejo dan selama hidupnya ia tak pernah gagal dan ketahuan dalam mencuri buah tetangga. Setelah seharian tidak ngantor (istilah keren memulung) karena merencanakan berbagai cara supay dapat mencuri jubah superman malam harinya ia segera tidur dan mengumpulkan tenaga dan pikiran yang optimal.
Malam harinya, tepat jam 00.00 WIB (Waktu Ilmu Budaya) berarti telat dua jam sehingga jadi Jam 02.00 WIB (Waktu Indonesia Barat) Bejo bermimpi didatangai olah musuh Superman yaitu Doomday.
“Benar kamu yang namanya Bejo...?”
“Iya benar, kamu siapa...?”
“Syukurlah soalnya tadi gue sempet nyasar lima kali di mimpi orang hehehe, saya Doomday musuhnya Superman.?
“Kok bisa bahasa Indonesia, kan seharusnya bahasa Inggris...?”
“hohoho dulu gue pernah kuliah di FIB, ngambil sastra Indonesia, hahaha jadi bisa bahasa Indonesia dah bahkan bisa bahasa gaul gituh hehehe...!”
“Oh gitu toh..., terus mau ngapain ke sini ganggu mimpi gue aje lu...?”
“Yee ni tua bangka mau dibantu malah nyolot, gue ke sini mau kasih tau kalo sumber kekuatan Supermen bukan di jubah tapi di sarungnya.”
“Lah ape lu kate..., masa Superman punya sarung, ada-ada aja lu.”
“Eh buset kagak percaya...!, Supermen tu masih ada hubungan sodara sama Obama dan pernah tinggal di Menteng, sarung itu sebenernya dikasih sama seorang kakek keturunan Gatot Kaca, gua tuh tau dari status FB dia yang dia ketik gak sengaja pas lagi mabuk.”
“Oh begono, yaudah deh makasih yak, eh ngomong-ngomong alamat FB Lu apaan? Ntar kita Fban gtu heheh.”
“Doomday_imut@nyahoo.ndot.com jangan lupa add ya, yaudah met bubu ya dan have a nice dream...!”
Wushh... tiba-tiba Doomday menghilang dari Bejo dan mimpi bejo dilanjutkan ke mimpi sebelumnya yaitu duet konser sama KD. Esok harinya Bejo segera merubah rencanya karena tidak mencuri jubah lagi tapi mencuri sarung Superman.
Malam harinya ia segera melancarkan segala rencanya. Ia datang mengendap-endap masuk ke hotel yang diinapi oleh superman. Dia dapat dengan mudah masuk dan mencuri kain sarung Superman karena diberi cincin oleh Dommday supaya bisa tak terlihat oleh siapapun. Dengan senangnya Bejo melompat-lompat di lantai paling atas gedung hotel dan segera mencoba kesaktian sarung itu. Ketika bersiap-siap ingin melompat tiba-tiba.
“Demikianlan khotbah jumat semoga hadirin selalian dapat bla..bla...bla..”( suara khatib berdoa untuk mengakhiri khotbahnhya dan iqomah dikumandangkan tanda sholat Jumat segera dimulai)
| Reaksi: |
Mahasiswa Sekarang = Domba Ternak
Kata pertama yang dipikirkan jika memikirkan mahasiswa
Pengaruh kehidupan normatif
Bayangkan jika seorang manusia hidup dan dibesarkan hanya untuk sekolah, kerja dari pagi sampai sore, setelah itu menikahdan punya anak serta terus bekerja dalam rutinitas yang datar, kemudian tua, dan meninggal. Betapa datarnya hidup seseorang jika hanya melakukan hal demikian. Mereka hanya memarjinalkan dirinya dan menjadi orang yang biasa-biasa saja.
Memang hal tersebut tidak sepenuhnya salah, karena dengan bekerja merupakan salah sastu kewajiban untuk tetap hidup dan menjaga keeksistentsiannya, tapi jika hidup hanya diisi dengan bekerja saja sama saja dengan domba yang diternak oleh para peternak yang kerjanya hanya lahir, makan, tidur, dan dipotong untuk dijual.
Pola hidup yang dimanjakan
Ibarat segerombolan domba yang digiring oleh peternaknya untuk segera masuk ke kandangnya. Mahasiswa sama halnya dengan itu, mereka digiring oleh para orang tuanya dan juga para dosennya untuk segera lulus dan langsung mendapatkan pekerjaan. Salah satu alat pemecut para mahasiswa adalah biaya kuliah yang mahal, sehingga ada anggapan jika lebih cepat lulus lebih baik. Tapi jika kegiatan kuliah para mahasiswa hanya berangkat kuliah, setelah itu ke perpustakaan untuk menyelasaikan tugas, lalu kemudian pulang dan melakukan demikian secara kurang lebih empat tahun sama halnya dengan seekor macan yang setiap hari dalam hidupnya dari kecil hingga dewasa hanya di beri daging siap santap, sehingga mereka takut dengan seekor anak kambing. Hal tersebut berdampak pada tingkat kedewasaan mereka para mahasiswa. Mereka hanya berkutat dengan materi-materi kuliah dan dikejar-kejar dengan deadline tugas.
Menghasilkan juara korupsi nomor 1
Dampak dari hal tersebut tingkat kedewasaan dan sikap peduli mereka menjadi menurun dan pasti berprospek bagaimana menghasilkan uang sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan keadaan kondisi sekitar dan tidak heran jika korupsi merajalela di
Tiga bulan lalu menurut data Political and Economy Risk Consultancy (PERC),
Sudah menjadi “PR” bagi kita semua untuk lebih memikirkan dan merenungkan kembali sistem pendidikan kita yang hanya berorientasi pada nilai, nilai, dan nilai. Karena kita hidup bukan di negri dongeng tetapi hidup di dunia nyata yang membutuhkan cendikiawan-cendikiawan yang cerdas dan inovatif bukan cendikiawan yang pintar. Negara kita butuh seorang “pemimpin” bukan seorang “manajer”.
| Reaksi: |
Senin, 08 Juni 2009
Plot dalam Drama GERR Karangan Putu Wijaya
I. Pengantar
Drama merupkan salah satu karya sastra yang mempunyai kedudukan yang setara dengan karya sastra yang lain. Akan tetapi masih sedikit sekali sastrawan di Indonesia yang membuat karya drama. Jika dibandingkan dngan karya sastra yang lain, seperti prosa dan puisi. Karya sastra drama yang diciptkan masih jauh lebih sedikit. Hal mengakibatkan karya sastra ini masih dirasa kurang akrab dengan kahalayak umum atau masyarakat umum.
Masyarakat umum masih memandang karya drama sebagai karya pemanggungan saja. Merka masih tidak menyadari bahwa karya drama juga memiliki sisi sastra. Dalam drama juga memiliki struktur dan an tekstur drama. Kernolde, dalam The Invitation of the Theatre (1966:337—344), mengemukakan bahwa terapat enam sarana yang apat menciptakan struktur an tekstur dalam kegiatan menganalisis drama. Kernodle menyebut sarana itu sebagai nilai dramatik. Enam nilai dramatik itu merupakan ide nilai dari Aristoteles. Menurut Kernolde, enam nilai dramatik yang dikemukakan oleh Aristoteles adalah plot, karakter, tema, dialog, musik, (ditafsirkan sebagai mood untuk drama modern), serta spectacle (kernodle, 1966:344; whiting 1961 : 130).
Namun dalam analisis drama yang berjudul GERR kali ini, lebih menganalisis tentang plot yang tetrkadung dalam drama tersebut. Plot merupakan unsur yang sangat penting dalam sebuah drama. Kernolde menyatakan bahwa drama hakikatnya adalah plot itu.
II. Struktur Drama
Di dalam drama, yang dimaksudkan plot adalah pengaturan insiden yang berlagsung di atas panggung (Kernolde, 1966:345). Plot dipandang penting oleh Arinstoteles karena plot merupakan jalan cerita sebuah drama yang di dalamnya terdapat skema-skma action para tokohnya di atas panggung (whiting,1961:131—132).
Aristoteles membagi plot drama (dramatic plot ) menjadi empat bagian yaitu :
1. Protasis : tahap permulaan.
2. Epitasio : tahap jalinan kejadian.
3. Catastasis : bagian penutup drama.
Kemudian Gustaf Freytag mengembangkan ide Aristoteles tentang plot drama.Freytag membagi plot drama menjadi tujuh tahap, diantaanya adalah:
a. Tahap Exposition atau pelukisan situasi.
b. Tahap Complication.
c. Tahap Climax atau puncak.
d. Tahap Resolution.
e. Tahap Conclution atau kesimpulan
f. Tahap Catasrophe.
g. Tahap Denounement.
III. Tahap Exposition
Tahap ini berupa pelukisan situasi. Tahap ini memberikan informasi pada pembaca atau penonton tentang peristiwa sebelumnya, situasi sekarang, atau situasi yang sedang dialami oleh tokoh-tokohnya (kernodle, 1966:337-338).
Tahap exposition dalam drama gerr karya putu wijaya terdapat pada monolog halaman tujuh dan dialog halaman Sembilan sebagai berikut:
Monolog halaman Tujuh :
Bima tiba-tiba mati. Seluruh keluarganya berkabung dan merubung di sekitar peti mati. Duka, suka, berbagai perasaan masing-masing berdesak di sekitar ruangan itu. Ayah, ibu, istri, anak, saudara, tetangga teman tamu dan petugas kemanan semuanya lengkap hadir. Tak lama lagi Bima akan dikubur. Semua orang karena spontanitas, pernyataan jujur maupun tugas, serentak menangis bersama-sama dalam erangan bersama. Mereka mengumpulkan sebuah gelombang besar untuk menggulingkan peti mati itu ke dalam tiang yang telah menganga. Hanya dua penggali kubur yang tegak di sisi pacul dan skop tampak tenang. Mereka menunggu sabar upacara menangis itu yang telah menjadi santapan mereka setiap hari. Dengan dingin dan perasaan yang jauh dari peristiwa itu mereka juga menghisap dan mengebulkan asap rokoknya.
Dialog halaman sembilan :
Sementara yang menangis bertambah seru. Seseorang meju ke depan peti mati dan meratap berkepanjangan.
Nenek :Tuhan, betapa tega-Nya Engkau merenggut anak muda harapan kami ini. Anak lelaki ini telah berjuang sejak kecil dengan geregetan, sekarang kau sikut begitu saja, seakan-akan tidak ada yang lebih layak untuk ditarik dari peredaran, padahal di situ di pingir kali banyak sekali orang tua-tua yang ogah hidup lagidengan sukarela menyerahkan bacotnya kalau Kamu panggil. Tapi cucu saya ini. Terlalu… nggak salah ini. Barangkali salah panggil ya ! Hati-hati dong. Lihat akibatnya. Satu gerombolan di sini sampai copot matanya menangis. Itu lihat anak-anaknya, istrinya, mertuanya dan yang lain-lain. Lihat saya Hamba-Mu yang sudah bangkotan ini. Aku memang tidak menangis, karena sejak zaman Belanda, Jepang sejak zaman revolusi aku sudah menangis habis-habisan. Mataku sudah kering. Kalu aku menangis lagi, nanti mataku copot dari liangnya, nanah sudah pernah keluar dari mata tua ini. Meskipun tidak menangis , hatiku sudah berantakan, berserakan dimana-mana. Sungguh mati Gusti aku tidak bisa terima ini. Aku protes! Yang nggak? (Tanya kepada orang-orang lain) hee ya nggak? Kalian kok bilang enggak kalau memang tidak. Apa gunanya menangis tiga hario tiga malam kalu dalam hati kalian setuju. Ini bukan sandiwara Nduk ! Mereka tidak berani bicara karena penakut, akulah yang mewakili mereka. Aku tidak setuju semua ini. Tidak. Ini tidak adil ! Coba bayangkan, cucu saya ini anak-anaknya masih kecil-kecil. Penyakitan lagi. Dia dudah berjuang…(tidak dapat melanjutkan kata-katanya)
Paparan dialog di atas mejelaskan bahwa tokoh utama dalam drama tersebut yang bernama Bima telah meninggal dan semua keluarga serta kerabat dekatnya merasa tepukul dan kehilangan Bima. Dialog tersebut telah memberikan informasi kepada pembaca atau penonton terhadap kejadian yang terjadi dalam drama tersebut. Bahwa bima adalah orang yang sangat dicintai oleh keluarga dan kerabat dekatnya.
IV. Tahap Complication
Tahap ini ditandai dengan muculnya kerumitan atau komplikasi yang diwujudkan melaului jalinan kejadian.(Kernolde, 1966:Harymawan,1988:19)
Tahap Complication dalam drama gerr karya putu wijaya terdapat pada monolog halaman tiga puluh dan dialog halaman tiga puluh lima sebagi berikut:
Monolog halaman tiga puluh:
Seketika keadaan panik. Penggali kubur segera berlari menyelamatkan anak. Istri yang yang kelihatannya memeng sudah rebah. Orang-orang segera menyelamatkannya. Jasa-jasa almarhum segera bergoyang-goyang. Suara-suara bising. Para petugas keamanan nyemprit. Penggali kubur yang pingsan segera bangun. Berdua mereka segera mengankat tutup peti. Bima diam saja tercengang. Ian baru terkejut ketika kedua penggali kubur menutup peti dengan paksa. Kedua penggali kubur memeluk peti itu. Yang satu jongkok di atasnya. Orang-orang lain meundur ke belakang. Bima mengetuk-ngetuk dalam peti.Kemudian ia menolakkan tutup peti sehingga penggali kubur jatuh, tapi segera bangun ladi dan menutup peti.
Dialog halaman Tiga puluh lima :
Penggali kubur : Kamu ngomong ? Bob ! kamu bilang mayat ini tidak bisa ngomong
Penggali kubur : Awas Jon.
Penggali kubur : Kamu ngomong ?
Bima : Ya.
Penggali kubur : Astagfirullah ! (jatuh)
Penggali kubur : Jangan main-main. Kamukan sudah mati.
Bima : Mati ? Siapa yang mati ?
Penggali kubur : Anda
Bima : Saya mati ? Gila, siapa yang mati ?
Penggali kubur : (yang jatuh bangun lagi ) Fantastis. Aku sedah mati belum?
Bima : Siapa yang mati :
Penggali kubur : Mayat kok bisa bicara ?
Bima : Mayat ? siapa yang mayat ?
Penggali kubur : Awas Bob jangan terlalu dekat.
Penggali kubur : Stttt! Terus saja ajak bicara.
Bima : Masak sudah lupa?
Penggali kubur : (mengedipkaj mta dan ketawa jelek )Ya, ya. Dan saya Jon. Kita pernah minum sama-sama di warung.
Bima : Ya, Jon Lennon Sofian. Apa kabar ? (mengulurkan tangan )
Penggali kubur : Ya, ya, baik.
Bima : Salaman dong. Kita kan kawan lama.
Penggali kubur : Ya, ya. Tapi tidak usah salaman, tangnnya kotor abis menggali kubur ini.
Bima : Tidak apa. Ayo (sambil mengulurkan tangnnya) kubur siapa?
Penggali kubur : Nah rasain lhu! Yah begiutulah pekerjaan.
Bima : Sini dong, apa kabar ?
Penggali kubur : (yang satu mecari sesuatu untuk memukuldan member isyarat supaya temannya mendekat ) Ayo salaman!
Dari dialog dan monolog diatas terlihat sangat jelas bahwa terjadi komplikasi di sana melalui jalinan kejadian. Terlihat bahwa Bima yang sudah mati denagn sangat mengejutakan tiba-toiab bangun dan hidup kembali, semla orang-orang tidak sadar akan hidupnya si Bima. Tetai setelah beberapa orang-orang panic dan berlarian serta berteriak ketakutan. Orang-rang masih tidak percaya bahwa Bima telah hidup lagi. Merka menyngka bahwa itu bukanlah Bima melainkan roh jahat yang masuk ke dalam tubuh Bima.
V. Tahap Klimaks atau Puncak
Pada tahap klimaks ini, seluruh konflik mecncapai titik kulminasinya. Disamping itu, dalam drama modern sering dijumpai klimaks lebih dari satu kali. Klimaks itu biasanya berupa klimaks kecil, yang oleh Kernolde disebut sebagai ketegangan besar (great suspense) dan krisis besar (major krisis) (1966:348). Karena dalam drama GERR ini termasuk drama modern, jadi terdapat lebih dari satu klimaks yaitu ketegngan besar dan krisis besar.
Tahap klimaks pada drama GERR karya Putu Wijaya tedapat pada dialog sebagai berikut:
Ketegangan besar pada Dialog halaman 45 dan 46 :
Anak Bima yang deklamasi dati maju.
Anak : Ini bukan Bukan Ayah! Bukan! Bukan Ayah! Ayah sudah meninggal! Ini setan(mengambil sesuatu dan melempari Bima) Pergi! Perg!
Istri : (memegangi anaknya) Sudahlah Mas kami relakan. Kita dulu sudah hamper bercerai. Terlalu banyak perbedaan, apa yang dipikirkan lagi. Aku akan menjaga anak-anak kita. Percayalah. Aku akan merawat mereka. Pergilah denga tenang, jangan ingat kami. Teruskan perjalanan Mas baik-baik…(masih mau ngomong tapi takut hanya bisa komat-kamit)
Seseorang mendekati mamagengi istri dan melindunginya. Bima tertegun.
Bima : Koko!
Koko : Ya , saya Koko bung. (Maju) Saya tidak sempat minta maaf pada Bung. Sekarang saya minta maaf. Tapi saya bersumpah bahwa vsaya benar-benar mancintai Sitta, saya tidak bisa melupakan istri Bung. Say berjanji akan merawat anak Bung. Percayalah, Dan saya berjanji akan mencintai Sita unutk selama-lamanya, apa pun yang terjadi.Percayalah dia tidakakan menderita dengan saya ! jadi jangan ragu (maju lagi mandekat). Pergilah dengan tenang. Semuanya akan beres. Kami akan mengenangkan Bung sebagai orang bijaksana , yang berhati agung, yang mengerti segalanya denga penuh maaf. Saya kira tidak ada orang yang begitu mengerti, begitu agung seperti Bung. Saya respek pada Bung. Jadi pergilah dengan baik-baik.
Bima : Bajingan!
Koko : Ya, saya mengerti ini pahit sekali. Saya mengerti perasaan Bung. Tapi Tapi inimkenyataan karus kita terim, Bung.
Bima : Bajingan Aku tidak ingin mempertahankan apa yang aku miliki, anjing! Aku hanya mempertahankan kehormatanku sebakai suami yang kau hina. Pergi anjing!
Koko : Tidak bung. Saya lakukan semua dengan jujur Percayalah dengan kejujuran, bbukan kerena nafsu birahi. Mari kita saling memaafkan . (mengulurkan tangan)
Bima : Ya tuhan!Terkutuk kamu (gemetar tapi tak bisa bilang apa-apa- mulutnya komat kamit menyumpah0nyumpah memandang Koko)
Bapak : Bima, sudahlah. Pergi dengan beik-baik.
Ibu : Rumah peningalanmu sudah kami jual untuk membiayai upacara penguburan ini. Mobilnya sudah kami berikan kepada orang lain, supaya kami tidak terlalu ingat kamu. Uang simpananmu di Bank sudah kami ambil karena anak-anak istrimu mau pindah kota. Sedangkan barang-barang yang lain…
Bima :Diammmmm!
Dari dialog di atas jelas terlihat terjadi ketegangan besar. Bima tekejut melihat Koko sedang memegang istrinya dan melindunginya. Ternyata bima tahu, bahwa istrinya tidak sepenuhnya mencintai Dia, dan istrinya diam-diam telah menyimpan perasaan terhadap Koko. Bima lebih terkejut lagi ketika ibunya menjelaskan bahwa Rumahnya telah dijual unutk biaya memakaman, mobilnya diberikan pada orang lain serta tabungannya telah diambil karena anak istrinya mau pindah. Bima telah sadar bahwa orang-orang terdekanya tidak sepenuh hati mencintai Bima. Mereka hanya pura-pura saja.
Krisis besar terdapat pada dialog halaman 65 dan 66:
Keduanya sama-sama menarik kaki Bima yang sudah keluar tapi kepalanya belum bisa. Tiba tiba dari segala arah muncul segerombolan mumi menghampiri peti hendak mengangkatnya.
Penggali kubur : He lihat mereka sudah dating !
Penggali kubur : He! gila kamu ada ulat-ulat besar ini.
Penggali kubur : Hee Bung! Bung Bima. Keparat Kamu. Bangun !ini tidak main-main. Lihat ulat-ulat itu datang ! Tahan dulu Bob!
Bom maju mendorong mumi itu. Mereka berjatuhan tapi mereka maju terus. Bob memukulnya dan menyeretnya. Tapi mereka bandel terus hendak menghampiri peti.
Penggali kubur : Jon! Tidak bisa jon. Tolong! Aduh. (Jon datang menolong).
Mereka memukuli mumi itu. Tapi sementara itu kaki Bima masuk ke peti lagi.
Dari dialog di atas merupakan klimaks kedua atau krisis besar. Disana terlihat bahwa terjadi suasana yang menegangkan ketika pengali kubur berusaha menolong Bima untuk keluar dari peti di tengah hadangan mumi. Tapi terdapat hal yang janggal disini, tiba-tiba terdapat mumi untuk menguburkan Bima.
VI. Tahap Denouement, Resolution, Catshrophe, dan Conclution.
Pada tahap terakhir ini terdapat empat tahap yang digabungkan menjadio satu. Karena drama GERR ini termasuk drama modern, jadi dalam drama ini tidak secara patuh oleh para penulis drama modern. Karena menurut penulis drama modern pola yang konhensional tersebut dianggap tidak menarik.
Pada tahap resolution atau resolusi. Mulai tergambaar rahasia motif tiap tokohnya. Kemudian ada tahap conclusion atau kesimpulan. Tahap catastrophe, pada tahap ini Freytag mengartikan dengan bencana baru. Kemudian, adalah denounement yakni penyelesaian. Denouement ini berasal dari perancis unutuk “pelepasan ikatan” plot (kernodle, 1966:348;harymawan, 1988: 19)
Tahap ke enam dalam drama gerr karya putu wijaya terdapat pada dialog dan monolog halaman 68 dan 69 sebagai berikut.
Penggali kubur : Kita berpisah dulu di sini. Kami menjalankan tugas. Ayo jalan.
Penggali kubur :Supaya selamat, lebih baik ganti nama.
Penggali kubur : ya daripada dauber-uber. Baju juga harus diganti. Terpaksa kan Bung? Apa boleh buat.
Bima diam saja. Penggali kubur itu menukar baju Bima. Mereka membalut bima dengan kain-kain putih. Bima diam saja. Semntara itu mumi atau ulat putih itu mulai mengangkat peti. Lalu orang-orang itu ikut bergabung dalam sebuah prosesi sambil menggumamkan doa. Peti itu diarak ke belakang ke bagian panggung yang tinggi. Tali dengan bungkusan jasa turun lagi. Sedang di bagian depan panging dua buah lampion besar sekali telah sikarek naik perlahan-lahan. Terdengar sayup-sayup nyanyian bersama. Kedua penggali kubur menepuk-nepuk lalu mengambil cangkul dan sekop mengiringi prosesi. Tapi kemudian mereka menemukan kain merah. Cepat mereka kembali dan mengalungkan kain itu ke leher Bima. Kemudian kembali bergabung dengan iring-iringan prosesi. Bima tinggal sendirian. Ia memandangi prosesi itu. Kemudian berbalik. Badannya gemetar. Ia coba menahan diri. Tapimakhirnya ia tidak bisa menahan tangisnya. Ia menangis dengan perkasa. Waktu itu suara nyanyian bertambah keras. Lagunya: Janga menang9is Indonesia. Dan seterusnya…dan seterusnya.
Dari dialog dan monolog di atas terdapat empat tahap plot yaitu Denouement, Resolution, Catshrophe, dan Conclution yang terangkum menjadi satu. Di monolog tersebut mejelaskan bahwa terjadi penyelasian ketika Bima yang telah keluar dari peti disarankan oleh penggali kubur untuk menganti nama, supaya tidak dikejar-kejar lagi. Dan dapat disimpulkan bahwa keluarga Bima menghedaki bahwa Bima harus mati sebagaimana mestinya dan keluarganya tidak bisa menerima kenyataan bahwa Bima hidup kembali.